Tingkat kenyamanan hunian bisa dipengaruhi oleh penataan interior dan perencanaan ruang yang baik. Karena, interior ruangan memberi mempengaruhi psikologis dan emosi penghuninya.

Sebenarnya apa saja elemen interior ruangan yang mempengaruhi sisi psikologis manusia? Ternyata, bentuk bangunan dan ruangan sangat berpengaruh terhadap psikologis manusia. Oleh karenanya, perencanaan ruang dalam tata interior hunian sangat penting.

Perencanaan ruang yang dimaksud adalah rasio perbandingan antara panjang, lebar, dan tinggi ruangan yang bisa mempengaruhi sisi psikologis para penghuni. Ruangan dalam rumah juga harus didukung desain konstruksi bangunan yang baik.

Seperti misalnya, langit-langit ruangan idealnya memiliki tinggi 2,8-3,5 meter. Kalau langit-langit ruangan lebih dari 3,5 meter tingginya, penghuni akan merasakan nuansa santai namun juga sepi. Begitu juga jika tinggi ruangan kurang dari 2,5 meter, akan menciptakan suasana tertekan dan waspada.




Tak hanya itu saja, penggunaan warna dan material dalam ruangan akan membangkitkan perasaan atau emosi tertentu bagi penghuni. Warna cokelat pada elemen kayu, warna abu-abu yang terinspirasi dari batu-batuan alami, ataupun hijau dari warna pepohonan akan menciptakan nuansa hangat, nyaman dan santai.

Yang tidak kalah penting adalah kebutuhan pencahayaan alami dari sinar matahari dan ventilasi udara yang baik akan berdampak pada kesehatan tubuh. Ruangan dengan sinar matahari minim dan ventilasi udara yang buruk akan membuat produktivitas menurun dan lama kelamaan akan membuat tubuh jadi sakit.

Semua aspek perencanaan ruang dan penataan interior tersebut juga penting jika tinggal di apartemen sekalipun. Hal-hal inilah yang seringkali terabaikan dalam pemilihan apartemen sebagai tempat tinggal yang tepat. Hadir sebagai hunian berkonsep mixed use, The Residence at Synthesis Square merancang setiap detail interior ruangan dengan seksama.

Selain berpengaruh terhadap psikologis penghuni, perencanaan ruang yang baik mampu mendukung pengembangan fungsional dan estetis dalam hunian. Hal ini berpengaruh terhadap efisiensi mobilitas penghuni dalam hunian tersebut. Contoh yang sederhana, peletakan saklar lampu yang memudahkan tangan untuk mengapainya, bahkan dalam keadaan ruangan gelap sekalipun.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Desain Interior Furniture Apartemen © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top